25 Oktober 2014
Bila di Lain Waktu
Aku tahu kita
belum pernah kenal, juga tidak pernah bertemu. Tapi aku ingin mengenalmu lebih
jauh lagi, lebih serius lagi dari ini. Bukannya cinta harus diperjuangkan?
Yaa.. itu harus, aku akan memperjuangkan cintaku, memperjuangkan semua yang
dapat aku lakukan untukmu, dan bagiku yang terpenting adalah kita jangan pernah
ada kebohongan.
Jika
dalam situasi ini kita berbohong, entah apa yang terjadi. Aku telah belajar
dari masa lalu, dimana kebohonganku membuat sebuah kesedihan baginya, bahkan
bagiku sendiri! Kekecewaan pada orang lain juga penyesalan seumur hidup bagiku!
Sudahlah, bicara saja siapa kamu dan siapa aku, tak usah menutupi apapun karena
dengan saling terbuka kita bahagia.
Tak usah
berpikir soal jarak tak usah berkata soal apa yang kita miliki, apa adanya saja
aku sudah pasti menerima mu. Tapi satu keraguan berada di pikiran , apa kamu
juga begitu? Terkadanng aku berpikir, apa yang telah kita yakini belum tentu
orang lain yakin.
Kamu
sudah dewasa, kamu tahu antara yang benar dan salah, juga antara orang yang
serius mencintaimu dan tidak. Bila di lain waktu kita bisa berbicara lebih lama
dalam pertemuan tatap mata, aku hanya berharap kamu bisa membaca pikiranku dan
hatiku. Bahwa obat penyembuh lukamu akan datang di waktu itu juga.. yaahh.. aku
sangat berharap jodoh pasti bertemu, yang saling mencintai juga akan
dipertemukan di lain waktu yang akan datang. Tuhan tahu rencananya membawa
kebahagian bagi setiap umatnya, begitu juga dengan kita. Tuhan telah menyiapkan
kebahagian bagi kita, tentu dengan caranya yang tak pernah kita tahu nantinya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar