Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan untuk menjadi makhluk yang berakal, menjadikannya makhluk yang sempurna dihadapan-Nya. manusia dituntut untuk selalu mengerjakan sampai akhir batas kemampuan dirinya, karena itulah manusia diberi rasa lelah. bayangkan saja bila seandainya manusia tak memiliki rasa lelah, apa yang terjadi? sesungguhnya aku sendiri tak penah ingin membayangkannya.
Kartun,anime memang bagian dari hidupku, tak jarang aku bahkan menirunya. bukan soal berpaikan, tapi sifat dan makna yang dikatakannya. aku ingat beberapa kata yang bahkan selalu dingatanku sampai saat ini. perkataan mereka menggambarkan keadaan hatiku, menggambarkan kegundahan dan kebimbanganku karena itulah aku mengingatnya. tapi sebenarnya aku tak ingin mengingatnya, bagiku mengingat kata-kata tersebut menjadikan diriku bimbang.
tapi.. sepertinya aku sekarang sudah tak bimbang lagi, aku bisa menentukan pilihanku sendiri, dengan memahami arti diriku sebagai manusia biasa dan menjadikan objek seni sebagai proses pengembangan diriku. aku tak ingin meniru, aku hanya ingin berkembang sesuai kemampuanku. saat ada yang menyela dan tak menyukaiku, aku mulai berpikir bahwa aku mulai berkembang dan aku akan terus berjalan di dunia yang biru ini sampai akhirnya kutemukan jalan buntu. selama ini aku juga berharap bisa menemukan jalan pintas, yaitu jalan kembali kepadamu wahai wanita yang aku kecewakan.
Ketika kenyataan dan harapan mulai berubah, ketika mawar merah terpisah dari tangkainya. dan yang disebut kenangan adalah masa lalu yang datang
Rabu, 24 Desember 2014
Minggu, 21 Desember 2014
Disinilah Aku Berhenti
Menurut mereka yang suka bermain
dengan cinta, katanya apapun perasaan yang ingin kamu katakan, katakanlah
sebelum kamu benar-benar terlambat. Ini bukan soal waktu, tempat ataupun momen
yang harus dipilih. Jika memang sudah saatnya katakanlah, sebelum kamu tak
punya kesempatan lagi untuk mengatakannya.
Bisa
saja itu benar, bagiku mengakatakan perihal tentang ‘cinta’ tak semudah
mengatakan jawaban ketika kamu belajar dikelas. Ini soal hati, aku tak tahu apa
yang terjadi jika suatu saat aku mengatakannya padamu. Hal yang selalu aku
takutkan adalah resikonya, aku tak bisa menahan memikul beban resiko tersebut
yang terlalu berat.
Tapi,
aku tak mungkin terus memendamnya dalam hati, aku tak bisa terus
sembunyi-sembunyi dihadapanmu dan berpura-pura seolah-olah aku akan menjadi
sahabatmu selamanya. Menjadi sahabat yang selalu mendengar keluh kesalmu,
menjadi sahabat yang harus menjawab setiap curhatmu. Maksutku, aku lakukan itu
karna aku punya maksud berbeda.
Kini
semuanya seolah aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakan kebenarannya
kepadamu. Waktu seolah berhenti begitu saja, dunia yang seperti ini bagaikan
neraka bagiku, tak ada yang bisa mengobati lubang dihati ini. Bahkan kamu yang
aku sayangi, tak merasakan apapun, kamu mengaggap semuanya baik-baik saja, kamu
menganggap aku ini hanyalah teman yang hanya berbicara bila kebetulan bertemu.
Aku
sadar bahwa apa yang aku pendam ini, hanyalah menjadi cerita bagiku sendiri,
tak ada kata spesial karna aku tak bisa memilikimu. Disinilah aku berhenti dan
hanya melihatmu, diam tak berkata apa-apa lalu menyerahkan takdir ini kepada
tuhan.
Perasaan yang sama, dengan orang yang berbeda.
Memang
hidup ini seperti roda, kadang kala kita ditakdirkan berada di bawah juga ada
saatnya kelak kita hidup diatas. Mungkin itu juga bisa diartikan bahwa sebuah hubungan
tidaklah harus hanya di isi dengan kesenangan saja, namun ada saatnya hubungan
kita memang harus mengalami masa-masa ketidakadilan. Pernah kah kau gelisah
tentang hubungan kita yang seperti itu?
Melihatmu
yang sudah mempunyai hubungan denganku, melihatmu yang kini sudah mulai sangat
dekat dan menjalani hari-hari denganku. Ternyata membuat aku mengingat
seseorang yang dulu pernah bersamaku, seseorang yang dulu tidak lupa
membangunanku tidur dan mengingatkanku tentang kebiasaanku yang terlalu over protec.
Sedikit
cerita yang belasan bulan bersamanya, kisah indah yang bahkan tak pernah bisa
aku lupakan hingga sekarang, sebuah kesedihan dan kebahagian yang pernah kita
bagi dahulu memang sungguh menyenangkan. Menghadapinya yang terlalu bawel dan
egois sungguh membuat aku ingin mengulanginya. Mengenang juga tidak akan
membuat kamu kembali, yang aku sayangkan adalah aku yang gagal sekarang juga
tak dapat merubah apapun.
Sosokmu
sekarang berada disini, berada di dirinya. Tatapan matanya, cara bicaranya,
egois dan bawelnya sungguh mengingatkanku tentangmu. Jemari tangan yang kini
aku genggap dengannya, aku mulai merasakan ‘ini adalah tanganmu’ perasaan yang
sama ini tak pernah aku bosan meskipun dengan orang yang berbeda.
Aku
takut kelak dirinya tahu bahwa yang aku lihat adalah bukan dirinya tapi kamu,
kamu yang menjadi bayanganku kini mulai menjelma menjadi nyata. Oh Tuhan apa
yang sebenarnya engkau rencanakan? ‘membuat dia kembali kepadaku, namun dengan
orang yang berbeda’ begitu kah cara-Mu mengisi lubang hati yang semakin tak
menentu ini?
Langganan:
Postingan (Atom)