Senin, 25 Agustus 2014

Telah Buta




Maafkan aku karena aku meninggalkanmu, membuatmu kecewa dan benci kepadaku. Aku tlah pergi, tapi setidaknya disini aku masih bisa mengawasimu, merasakan kehadiranmu dimimpiku, meski mungkin saat ini aku tak bisa menyentuhmu lagi.

Aku rela mendapat reputasi buruk, serta mengorbankan cinta dengan kebencian. Tetapi aku tetap tersenyum jika melihatmu meski itu hanya sebuah potret dirimu di dalam bingkai yang pernah kamu berikan. Aku sering bertanya tentangmu kepada potret dirimu di dalam bingkai itu, tapi itu bingkai tak mungkin ia bisa menjawab

Aku ingin melihatmu bahagia, ingin melihatmu tertawa lepas, tapi yang ingin kulihat bukan bahagia palsu bukan juga tawa palsu. Jalinlah hubunganmu dengan lelaki yang kamu pilih, teruslah mencari dan mencari. Dan jika kamu telah menemukannya, aku ingin tahu siapa lelaki yang kau pilih ini. Aku juga ingin pastikan satu hal dalam hati:

“benar kah ini lelaki yang kamu pilih?”

Entah kenapa aku selalu ragu, mungkin karna aku takut kamu mendapatkan lelaki yang buruk seperti diriku ini. Atau aku khawatir jika kelak kamu mendapat reputasi buruk sepertiku.

Tapi mungkin juga, aku masih takut kehilangan dirimu.. dan hatimu..

 Maafkan jika dari tempatku berada aku mengawasimu, secara tidak langsung juga     mengkhawatirkanmu, itu kulakukan karna aku ‘masih’ ingin kau anggap ada.

Aku hanya ingin kamu mengerti, bahwa cinta ini benar-benar buta olehmu dan, hingga saat ini kamu tak pernah paham akan hal itu.

Warna



         Aku bukan penulis, aku juga bukan manusia yang romantis. Aku hanya ingin mengenang, mengingat masa lalu kita yang begitu indah, yang begitu penuh warna, itu terjadi sebelum aku menuangkan tinta hitam yang terlalu banyak, sehingga membuat warna yang bermacam-macam tersebut seketika hilang berubah menjadi hitam kelam. Kini.. kelam nya tlah aku rasakan, biarkan hitamnya aku miliki sendiri. Kamu cukup ambil beberapa warna yang tersisa, miliki lah itu sebagai tanda, sebagai pertanda bahwa setidaknya aku pernah membawa kebahagian sesaat untukmu dan untuk selanjutnya kamu simpan kebahagian itu, sehingga suatu saat nanti kamu sendiri dapat mengenangnya.