Selasa, 13 Januari 2015

Keputusanku?

Awal tahun, baru dimulai. Segala aktifitas sudah kembali normal. Begitu juga dengan kehidupanku sebagai seorang pelajar SMA yang diwajibkan pulang jam 3 sore setiap hari. Saya hanyalah anak SMA normal, tapi sungguh berbeda bila dalam hal cinta. Aku yang tadinya disebut normal, kini menjadi abnormal gara-gara hal tersebut yaitu cinta
                         Kata yang sederhana, tapi terlalu panjang untuk dibahas. Kamu, iya kamu, bagaikan kopi hangat dimusim hujan.

“Kopi itu paling enak diminum saat panas tapi resikonya jadi cepat habis, biar tidak cepat habis ya diminumnya pelan-pelan, tapi resikonya jadi keburu dingin.”

Tenang, itu bukan aku yang mengarang, aku hanya mengutip kata-kata itu dari film roman indonesia yang paling aku sukai hingga kini. Kutipan kata itu menggambarkan dirimu. Bagaimana bisa? Jika kamu yang membaca ini adalah orang yang aku maksud, aku yakin kamu pasti tahu arti dari kutipan itu.

                         Sudahlah, sedikit hati sudah tersampaikan. Rasa rindu ini, kini mulai sedikit pudar. Tapi rasa ingin bertemu, masih terus ada. Apa keputusanmu tentang aku yang menyimpan rasa ini tanpa sepatah katapun kamu mengetahuinya? Yaah, secepatnya aku akan mengatakannya padamu. Entah itu kapan waktunya...