Maafkan aku karena aku meninggalkanmu, membuatmu
kecewa dan benci kepadaku. Aku tlah pergi, tapi setidaknya disini aku masih
bisa mengawasimu, merasakan kehadiranmu dimimpiku, meski mungkin saat ini aku
tak bisa menyentuhmu lagi.
Aku rela mendapat reputasi buruk, serta mengorbankan
cinta dengan kebencian. Tetapi aku tetap tersenyum jika melihatmu meski itu
hanya sebuah potret dirimu di dalam bingkai yang pernah kamu berikan. Aku sering bertanya tentangmu kepada potret dirimu di dalam
bingkai itu, tapi itu bingkai tak mungkin ia bisa menjawab
Aku ingin melihatmu bahagia, ingin melihatmu tertawa
lepas, tapi yang ingin kulihat bukan bahagia palsu bukan juga tawa palsu.
Jalinlah hubunganmu dengan lelaki yang kamu pilih, teruslah mencari dan
mencari. Dan jika kamu telah menemukannya, aku ingin tahu siapa lelaki yang kau
pilih ini. Aku juga ingin pastikan satu hal dalam hati:
“benar kah ini lelaki yang kamu pilih?”
Entah kenapa aku selalu ragu, mungkin karna aku
takut kamu mendapatkan lelaki yang buruk seperti diriku ini. Atau aku khawatir
jika kelak kamu mendapat reputasi buruk sepertiku.
Tapi mungkin juga, aku masih takut kehilangan
dirimu.. dan hatimu..
Maafkan jika dari
tempatku berada aku mengawasimu, secara tidak langsung juga mengkhawatirkanmu, itu kulakukan karna aku ‘masih’
ingin kau anggap ada.
Aku hanya ingin kamu mengerti, bahwa cinta ini
benar-benar buta olehmu dan, hingga saat ini kamu tak pernah paham akan hal
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar