Beberapa hari ini kita mulai dekat, sudah berani
menghilangkan beberapa ego. Sudah terbiasa menulis pesan lebih dari 15 kata
dalam satu percakapan. Manusia memang tak ada puasnya, sudah punya segini masih
ingin lebih. Aku ingin menuliskan pesan untukmu, beberapa bait kata dimana aku
ingin bertemu, ingin menyapa dan berbicara dengan menghabiskan sisa malam kita
sebelum esok menjemputmu untuk pergi lagi.
Inikah
mencintai dipisahkan oleh jarak? Begitu menginginkan pertemuan, begitu
menginginkan bagaimana rasanya jemari ini dipegang olehmu sesaat, mengisi
sela-sela jari dimana kenyamanan yang selalu aku tunggu dan selalu dambakan dari
seseorang yang aku cintai.
Ketika
malam mulai datang, dan matahari mulai berpulang, saat itu lah aku mulai
mengkhawatirkanmu. Bila biasanya malam selalu bertemu, kini malam adalah hal
yang selalu ingin aku hindari, malam kemarin atau yang akan datang kini
semuanya tampak mulai sama.
Tiap
malam aku khawatir kamu akan berbohong, kamu akan menghindar, dengan siapa kamu
malam ini, apa sudah aku berada dihatimu, aku khawatir kamu akan tiada di hari
esok ku. Entah lah malam selalu membuat aku bersedih dan khawatir.
Biarkan
lah, apapun yang akan terjadi kita harus hadapi bahkan saat bahagia kita kadang
pudar. Aku tidak ingin ada penyesalan lagi, aku tidak ingin ada rasa bersalah
lagi, aku sudah lelah dengan semua kesalahanku.
Perasaan ini sudah jauh, perasaan ini sudah melambung
tinggi, semua ini kamu yang membuatnya. Maaf bila aku terlanjur menyayangimu, maka
dari itu aku mohon kepadamu jangan biarkan aku bahagia, bila kelak kamu akan
pergi meninggalkan aku yang telah menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar