Rabu, 29 Oktober 2014

Jangan Biarkan Aku Bahagia

Beberapa hari ini kita mulai dekat, sudah berani menghilangkan beberapa ego. Sudah terbiasa menulis pesan lebih dari 15 kata dalam satu percakapan. Manusia memang tak ada puasnya, sudah punya segini masih ingin lebih. Aku ingin menuliskan pesan untukmu, beberapa bait kata dimana aku ingin bertemu, ingin menyapa dan berbicara dengan menghabiskan sisa malam kita sebelum esok menjemputmu untuk pergi lagi.
            Inikah mencintai dipisahkan oleh jarak? Begitu menginginkan pertemuan, begitu menginginkan bagaimana rasanya jemari ini dipegang olehmu sesaat, mengisi sela-sela jari dimana kenyamanan yang selalu aku tunggu dan selalu dambakan dari seseorang yang aku cintai.
            Ketika malam mulai datang, dan matahari mulai berpulang, saat itu lah aku mulai mengkhawatirkanmu. Bila biasanya malam selalu bertemu, kini malam adalah hal yang selalu ingin aku hindari, malam kemarin atau yang akan datang kini semuanya tampak mulai sama.
            Tiap malam aku khawatir kamu akan berbohong, kamu akan menghindar, dengan siapa kamu malam ini, apa sudah aku berada dihatimu, aku khawatir kamu akan tiada di hari esok ku. Entah lah malam selalu membuat aku bersedih dan khawatir.
            Biarkan lah, apapun yang akan terjadi kita harus hadapi bahkan saat bahagia kita kadang pudar. Aku tidak ingin ada penyesalan lagi, aku tidak ingin ada rasa bersalah lagi, aku sudah lelah dengan semua kesalahanku.
Perasaan ini sudah jauh, perasaan ini sudah melambung tinggi, semua ini kamu yang membuatnya. Maaf bila aku terlanjur menyayangimu, maka dari itu aku mohon kepadamu jangan biarkan aku bahagia, bila kelak kamu akan pergi meninggalkan aku yang telah menyayangimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar