Sudah lama sepertinya aku seperti
ini, pada wanita yang masih saja aku perjuangkan. Bagaimana dengannya? Apa dia
menyadari kekhawatiranku ini atau tidak. Kamu memang cantik, tapi bukan berarti
karna fisikmu aku mau memperjuangkanmu lepas dari akal sehat manusia.
Kebanyakan wanita berkomentar, ‘cowo itu mau memperjuangkan cewe, kalau si cewe
cantik’ bagiku ini hanya lah perkataan wanita yang harus dimengerti dan
maklumi. Mungkin saja semasa hubungan cintanya ia benar-benar tak serius untuk
diperjuangkan, mungkin ada yang diperjuangkan tapi semua itu pada akhirnya
hanya kebohongan semata.
Waktu
terus berjalan, matahari datang lalu berpulang, doa-doa yang kusampaikan pada
tuhan juga sama, sampai akhirnya kelak aku tertidur pulas lagi. Tak ada yang
bisa aku lakukan untuk saat ini, jangankan untuk bertemu, menghubungimu saja
rasanya tidak akan bisa. Aku selalu mencari dan mencari alasannya. Karna aku
takut kelak kamu bertanya, namun aku tak dapat menjawabnya dengan bait yang
berbeda. Aku tak suka berasalan, aku tak suka, mencintai wanita bila aku
begini.
Semakin
hari semakin aku tak tahu kejelasannya. Aku memperjuangkanmu namun kamu acuh
tak acuh. Bila selembar kertas bisa kutulis, lalu kusampaikan padamu bahwa
lelaki juga butuh kejelasaan. Maaf bila semua yang kulakukan membuatmu risih
dan tak nyaman, namun mengertilah ini kulakukan karna aku takut kelak
kebahagian yang ingin aku capai, terhapus olehmu yang hidup dengan orang lain.
Dan menghapus diriku bersama kenanganku...