Rabu, 29 Oktober 2014

Semakin Hari Semakin Tak Tahu

Sudah lama sepertinya aku seperti ini, pada wanita yang masih saja aku perjuangkan. Bagaimana dengannya? Apa dia menyadari kekhawatiranku ini atau tidak. Kamu memang cantik, tapi bukan berarti karna fisikmu aku mau memperjuangkanmu lepas dari akal sehat manusia. Kebanyakan wanita berkomentar, ‘cowo itu mau memperjuangkan cewe, kalau si cewe cantik’ bagiku ini hanya lah perkataan wanita yang harus dimengerti dan maklumi. Mungkin saja semasa hubungan cintanya ia benar-benar tak serius untuk diperjuangkan, mungkin ada yang diperjuangkan tapi semua itu pada akhirnya hanya kebohongan semata.
            Waktu terus berjalan, matahari datang lalu berpulang, doa-doa yang kusampaikan pada tuhan juga sama, sampai akhirnya kelak aku tertidur pulas lagi. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk saat ini, jangankan untuk bertemu, menghubungimu saja rasanya tidak akan bisa. Aku selalu mencari dan mencari alasannya. Karna aku takut kelak kamu bertanya, namun aku tak dapat menjawabnya dengan bait yang berbeda. Aku tak suka berasalan, aku tak suka, mencintai wanita bila aku begini.
            Semakin hari semakin aku tak tahu kejelasannya. Aku memperjuangkanmu namun kamu acuh tak acuh. Bila selembar kertas bisa kutulis, lalu kusampaikan padamu bahwa lelaki juga butuh kejelasaan. Maaf bila semua yang kulakukan membuatmu risih dan tak nyaman, namun mengertilah ini kulakukan karna aku takut kelak kebahagian yang ingin aku capai, terhapus olehmu yang hidup dengan orang lain. Dan menghapus diriku bersama kenanganku...

Jangan Biarkan Aku Bahagia

Beberapa hari ini kita mulai dekat, sudah berani menghilangkan beberapa ego. Sudah terbiasa menulis pesan lebih dari 15 kata dalam satu percakapan. Manusia memang tak ada puasnya, sudah punya segini masih ingin lebih. Aku ingin menuliskan pesan untukmu, beberapa bait kata dimana aku ingin bertemu, ingin menyapa dan berbicara dengan menghabiskan sisa malam kita sebelum esok menjemputmu untuk pergi lagi.
            Inikah mencintai dipisahkan oleh jarak? Begitu menginginkan pertemuan, begitu menginginkan bagaimana rasanya jemari ini dipegang olehmu sesaat, mengisi sela-sela jari dimana kenyamanan yang selalu aku tunggu dan selalu dambakan dari seseorang yang aku cintai.
            Ketika malam mulai datang, dan matahari mulai berpulang, saat itu lah aku mulai mengkhawatirkanmu. Bila biasanya malam selalu bertemu, kini malam adalah hal yang selalu ingin aku hindari, malam kemarin atau yang akan datang kini semuanya tampak mulai sama.
            Tiap malam aku khawatir kamu akan berbohong, kamu akan menghindar, dengan siapa kamu malam ini, apa sudah aku berada dihatimu, aku khawatir kamu akan tiada di hari esok ku. Entah lah malam selalu membuat aku bersedih dan khawatir.
            Biarkan lah, apapun yang akan terjadi kita harus hadapi bahkan saat bahagia kita kadang pudar. Aku tidak ingin ada penyesalan lagi, aku tidak ingin ada rasa bersalah lagi, aku sudah lelah dengan semua kesalahanku.
Perasaan ini sudah jauh, perasaan ini sudah melambung tinggi, semua ini kamu yang membuatnya. Maaf bila aku terlanjur menyayangimu, maka dari itu aku mohon kepadamu jangan biarkan aku bahagia, bila kelak kamu akan pergi meninggalkan aku yang telah menyayangimu.

Bila Di Lain Waktu

25 Oktober 2014
Bila di Lain Waktu
                Aku tahu kita belum pernah kenal, juga tidak pernah bertemu. Tapi aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi, lebih serius lagi dari ini. Bukannya cinta harus diperjuangkan? Yaa.. itu harus, aku akan memperjuangkan cintaku, memperjuangkan semua yang dapat aku lakukan untukmu, dan bagiku yang terpenting adalah kita jangan pernah ada kebohongan.
            Jika dalam situasi ini kita berbohong, entah apa yang terjadi. Aku telah belajar dari masa lalu, dimana kebohonganku membuat sebuah kesedihan baginya, bahkan bagiku sendiri! Kekecewaan pada orang lain juga penyesalan seumur hidup bagiku! Sudahlah, bicara saja siapa kamu dan siapa aku, tak usah menutupi apapun karena dengan saling terbuka kita bahagia.
            Tak usah berpikir soal jarak tak usah berkata soal apa yang kita miliki, apa adanya saja aku sudah pasti menerima mu. Tapi satu keraguan berada di pikiran , apa kamu juga begitu? Terkadanng aku berpikir, apa yang telah kita yakini belum tentu orang lain yakin.

            Kamu sudah dewasa, kamu tahu antara yang benar dan salah, juga antara orang yang serius mencintaimu dan tidak. Bila di lain waktu kita bisa berbicara lebih lama dalam pertemuan tatap mata, aku hanya berharap kamu bisa membaca pikiranku dan hatiku. Bahwa obat penyembuh lukamu akan datang di waktu itu juga.. yaahh.. aku sangat berharap jodoh pasti bertemu, yang saling mencintai juga akan dipertemukan di lain waktu yang akan datang. Tuhan tahu rencananya membawa kebahagian bagi setiap umatnya, begitu juga dengan kita. Tuhan telah menyiapkan kebahagian bagi kita, tentu dengan caranya yang tak pernah kita tahu nantinya..