Perasaan yang sama, dengan orang yang berbeda.
Memang
hidup ini seperti roda, kadang kala kita ditakdirkan berada di bawah juga ada
saatnya kelak kita hidup diatas. Mungkin itu juga bisa diartikan bahwa sebuah hubungan
tidaklah harus hanya di isi dengan kesenangan saja, namun ada saatnya hubungan
kita memang harus mengalami masa-masa ketidakadilan. Pernah kah kau gelisah
tentang hubungan kita yang seperti itu?
Melihatmu
yang sudah mempunyai hubungan denganku, melihatmu yang kini sudah mulai sangat
dekat dan menjalani hari-hari denganku. Ternyata membuat aku mengingat
seseorang yang dulu pernah bersamaku, seseorang yang dulu tidak lupa
membangunanku tidur dan mengingatkanku tentang kebiasaanku yang terlalu over protec.
Sedikit
cerita yang belasan bulan bersamanya, kisah indah yang bahkan tak pernah bisa
aku lupakan hingga sekarang, sebuah kesedihan dan kebahagian yang pernah kita
bagi dahulu memang sungguh menyenangkan. Menghadapinya yang terlalu bawel dan
egois sungguh membuat aku ingin mengulanginya. Mengenang juga tidak akan
membuat kamu kembali, yang aku sayangkan adalah aku yang gagal sekarang juga
tak dapat merubah apapun.
Sosokmu
sekarang berada disini, berada di dirinya. Tatapan matanya, cara bicaranya,
egois dan bawelnya sungguh mengingatkanku tentangmu. Jemari tangan yang kini
aku genggap dengannya, aku mulai merasakan ‘ini adalah tanganmu’ perasaan yang
sama ini tak pernah aku bosan meskipun dengan orang yang berbeda.
Aku
takut kelak dirinya tahu bahwa yang aku lihat adalah bukan dirinya tapi kamu,
kamu yang menjadi bayanganku kini mulai menjelma menjadi nyata. Oh Tuhan apa
yang sebenarnya engkau rencanakan? ‘membuat dia kembali kepadaku, namun dengan
orang yang berbeda’ begitu kah cara-Mu mengisi lubang hati yang semakin tak
menentu ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar