Minggu, 21 Desember 2014

Perasaan yang sama, dengan orang yang berbeda.
                               Memang hidup ini seperti roda, kadang kala kita ditakdirkan berada di bawah juga ada saatnya kelak kita hidup diatas. Mungkin itu juga bisa diartikan bahwa sebuah hubungan tidaklah harus hanya di isi dengan kesenangan saja, namun ada saatnya hubungan kita memang harus mengalami masa-masa ketidakadilan. Pernah kah kau gelisah tentang hubungan kita yang seperti itu?
                               Melihatmu yang sudah mempunyai hubungan denganku, melihatmu yang kini sudah mulai sangat dekat dan menjalani hari-hari denganku. Ternyata membuat aku mengingat seseorang yang dulu pernah bersamaku, seseorang yang dulu tidak lupa membangunanku tidur dan mengingatkanku tentang kebiasaanku yang terlalu over protec.
                               Sedikit cerita yang belasan bulan bersamanya, kisah indah yang bahkan tak pernah bisa aku lupakan hingga sekarang, sebuah kesedihan dan kebahagian yang pernah kita bagi dahulu memang sungguh menyenangkan. Menghadapinya yang terlalu bawel dan egois sungguh membuat aku ingin mengulanginya. Mengenang juga tidak akan membuat kamu kembali, yang aku sayangkan adalah aku yang gagal sekarang juga tak dapat merubah apapun.
                               Sosokmu sekarang berada disini, berada di dirinya. Tatapan matanya, cara bicaranya, egois dan bawelnya sungguh mengingatkanku tentangmu. Jemari tangan yang kini aku genggap dengannya, aku mulai merasakan ‘ini adalah tanganmu’ perasaan yang sama ini tak pernah aku bosan meskipun dengan orang yang berbeda.

                               Aku takut kelak dirinya tahu bahwa yang aku lihat adalah bukan dirinya tapi kamu, kamu yang menjadi bayanganku kini mulai menjelma menjadi nyata. Oh Tuhan apa yang sebenarnya engkau rencanakan? ‘membuat dia kembali kepadaku, namun dengan orang yang berbeda’ begitu kah cara-Mu mengisi lubang hati yang semakin tak menentu ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar