Minggu, 21 Desember 2014

Disinilah Aku Berhenti

Menurut mereka yang suka bermain dengan cinta, katanya apapun perasaan yang ingin kamu katakan, katakanlah sebelum kamu benar-benar terlambat. Ini bukan soal waktu, tempat ataupun momen yang harus dipilih. Jika memang sudah saatnya katakanlah, sebelum kamu tak punya kesempatan lagi untuk mengatakannya.
                               Bisa saja itu benar, bagiku mengakatakan perihal tentang ‘cinta’ tak semudah mengatakan jawaban ketika kamu belajar dikelas. Ini soal hati, aku tak tahu apa yang terjadi jika suatu saat aku mengatakannya padamu. Hal yang selalu aku takutkan adalah resikonya, aku tak bisa menahan memikul beban resiko tersebut yang terlalu berat.
                               Tapi, aku tak mungkin terus memendamnya dalam hati, aku tak bisa terus sembunyi-sembunyi dihadapanmu dan berpura-pura seolah-olah aku akan menjadi sahabatmu selamanya. Menjadi sahabat yang selalu mendengar keluh kesalmu, menjadi sahabat yang harus menjawab setiap curhatmu. Maksutku, aku lakukan itu karna aku punya maksud berbeda.
                               Kini semuanya seolah aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakan kebenarannya kepadamu. Waktu seolah berhenti begitu saja, dunia yang seperti ini bagaikan neraka bagiku, tak ada yang bisa mengobati lubang dihati ini. Bahkan kamu yang aku sayangi, tak merasakan apapun, kamu mengaggap semuanya baik-baik saja, kamu menganggap aku ini hanyalah teman yang hanya berbicara bila kebetulan bertemu.

                               Aku sadar bahwa apa yang aku pendam ini, hanyalah menjadi cerita bagiku sendiri, tak ada kata spesial karna aku tak bisa memilikimu. Disinilah aku berhenti dan hanya melihatmu, diam tak berkata apa-apa lalu menyerahkan takdir ini kepada tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar