Menurut mereka yang suka bermain
dengan cinta, katanya apapun perasaan yang ingin kamu katakan, katakanlah
sebelum kamu benar-benar terlambat. Ini bukan soal waktu, tempat ataupun momen
yang harus dipilih. Jika memang sudah saatnya katakanlah, sebelum kamu tak
punya kesempatan lagi untuk mengatakannya.
Bisa
saja itu benar, bagiku mengakatakan perihal tentang ‘cinta’ tak semudah
mengatakan jawaban ketika kamu belajar dikelas. Ini soal hati, aku tak tahu apa
yang terjadi jika suatu saat aku mengatakannya padamu. Hal yang selalu aku
takutkan adalah resikonya, aku tak bisa menahan memikul beban resiko tersebut
yang terlalu berat.
Tapi,
aku tak mungkin terus memendamnya dalam hati, aku tak bisa terus
sembunyi-sembunyi dihadapanmu dan berpura-pura seolah-olah aku akan menjadi
sahabatmu selamanya. Menjadi sahabat yang selalu mendengar keluh kesalmu,
menjadi sahabat yang harus menjawab setiap curhatmu. Maksutku, aku lakukan itu
karna aku punya maksud berbeda.
Kini
semuanya seolah aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakan kebenarannya
kepadamu. Waktu seolah berhenti begitu saja, dunia yang seperti ini bagaikan
neraka bagiku, tak ada yang bisa mengobati lubang dihati ini. Bahkan kamu yang
aku sayangi, tak merasakan apapun, kamu mengaggap semuanya baik-baik saja, kamu
menganggap aku ini hanyalah teman yang hanya berbicara bila kebetulan bertemu.
Aku
sadar bahwa apa yang aku pendam ini, hanyalah menjadi cerita bagiku sendiri,
tak ada kata spesial karna aku tak bisa memilikimu. Disinilah aku berhenti dan
hanya melihatmu, diam tak berkata apa-apa lalu menyerahkan takdir ini kepada
tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar